Education

FISIKA

1)  Soal  Tipe I Normal Parabolik
Perhatikan gambar berikut ini!
                
Sebuah peluru ditembakkan dengan kelajuan awal  100 m/s dan sudut elevasi 37o . Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s2, sin 37o = 3/5 dan cos 37o = 4/5
Tentukan:
a)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)
b)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)
c)  Kecepatan peluru saat t = 1 sekon
d)  Arah kecepatan peluru saat t = 1 sekon terhadap garis mendatar (horisontal)
e)  Tinggi peluru saat t = 1 sekon
f)  Jarak mendatar peluru saat t = 1 sekon
g)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai titik tertinggi
h)  Kecepatan peluru saat mencapai titik tertinggi
i)  Tinggi maksimum yang bisa dicapai peluru ( Ymaks )
j)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai sasaran (jarak terjauh arah mendatar)
k)  Jarak terjauh yang dicapai peluru ( Xmaks )
Pembahasan
a)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)

b)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)

c)  Kecepatan peluru saat t = 1 sekon
Karena gerak parabola terbentuk dari dua buah jenis gerak, yaitu GLBB pada sumbu Y dan GLB pada sumbu X, maka terlebih dahulu harus dicari kecepatan gerak peluru saat 1 sekon untuk masing-masing sumbu.
Pada sumbu X :
Karena jenis geraknya  GLB (gerak lurus beraturan) maka kecepatannya selalu konstan, jadi akan sama dengan kecepatan  awal untuk sumbu X jadi :

Pada sumbu Y:
Jenis gerakan pada sumbu Y adalah GLBB jadi ingat rumus untuk mencari kecepatan saat t yaitu Vt = Vo – gt dengan Vo disini diganti Vo miliknya Y  atau Voy

Terakhir untuk mencari gabungan kedua kecepatan atau disoal sering disebut dengan ” kecepatan ” saja

d)  Arah kecepatan peluru saat t = 1 sekon terhadap garis mendatar (horisontal)
Arah kecepatan bisa diwakili oleh nilai sinus, cosinus atau tan dari suatu sudut, kalo mau sudutnya tinggal ubah saja jika sudah diketahui nilai sin, cos tan nya. Disini kita pakai nilai tan sudut katakanlah namanya sudut Θ dimana:

Besar sudutnya…, cari pakai kalkulator karena bukan sudut istimewa. 
e)  Tinggi peluru saat t = 1 sekon
Saat 1 sekon ketinggian peluru namakan saja Y atau h juga boleh,…

f)  Jarak mendatar peluru saat t = 1 sekon
Saat 1 sekon jarak mendatar peluru namakan saja  X

g)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai titik tertinggi
Titik tertinggi dicapai peluru saat kecepatan pada sumbu Y adalah NOL. Sehingga:

h)  Kecepatan peluru saat mencapai titik tertinggi
Karena saat titik tertinggi  Vty = 0, maka tinggal Vtx saja yang ada nilainya sehingga:
Vt = Vtx = Vo cos α = 100(4/5) = 80 m/s
i)  Tinggi maksimum yang bisa dicapai peluru
Tinggi maksimum namakan Y maks  atau di soal biasanya  hmax,..tinggal pilih saja :

j)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai sasaran (jarak terjauh arah mendatar)
Waktu untuk mencapai jarak mendatar paling jauh adalah dua kali waktu untuk mencapai ketinggian maksimum  sehingga hasilnya  2 x 6  = 12 sekon.
k)  Jarak terjauh yang dicapai peluru 
Cara pertama, dipakai jika sudah diketahui waktunya (12 sekon)
Xmaks = (Vo cos α ) t = 100(4/5)12 = 960 meter
Cara kedua anggap saja belum diketahui waktunya :

2) Soal Tipe II Setengah Parabolik
Sebuah peluru ditembakkan dari moncong sebuah meriam dengan kelajuan 50 m/s arah mendatar dari atas sebuah bukit, ilustrasi seperti gambar berikut.
                
Jika percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/s2 dan ketinggian bukit 100 m
Tentukan :
a.  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai tanah
b. Jarak mendatar yang dicapai peluru (S)
Pembahasan
 a)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai tanah
Tinjau gerakan sumbu Y, yang merupakan gerak jatuh bebas. Sehingga Voy = O dan ketinggian bukit namakan Y (di soal dinamakan h)
Y = 1/2 g t2
100 = (1/2)(10) t2
t = √20 = 2√5 sekon
b) Jarak mendatar yang dicapai peluru (S)
Jarak mendatar gerakan berupa GLB karena sudutnya nol terhadap horizontal langsung saja pakai rumus:
S = V t 
S = (50)( 2 √5) = 100 √5 meter
3) Soal Tipe III The Beauty
Sebuah bola dilontarkan dari atap sebuah gedung yang tingginya adalah h = 10 m dengan kelajuan awal V0 = 10 m/s
                
Jika percepatan gravitasi bumi adalah 10 ms2 , sudut yang terbentuk antara arah lemparan bola dengan arah horizontal adalah 30o dan gesekan bola dengan udara diabaikan,,
Tentukan :
a)  Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah
b) Jarak mendatar yang dicapai bola
Pembahasan
a)  Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah ketinggian gedung h atau sama dengan Y disini :

ambil nilai positif sehingga t = 2 sekon
Catatan : Jangan lupa tanda minus pada nilai Y, karena kalau plus berarti 10 meter diatas tempat pelemparan, sementara posisi yang dicari adalah 10 meter dibawah tempat pelemparan. 







A.
Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut pada Segitiga Siku-Siku
Perbandingan trigonometri untuk sudut α pada segitiga siku-siku OABdidefinisikan sebagai berikut.
a.
Sinus α = sin α =
depanmiring
=
yr
d.Cosecan α = csc α =
1sinα
=
ryb.
Cosinus α = cos α =
sampingmiring
=
xr
e.Secan α = secα =
1cosα
=
rxc.
Tangen α = tan α =
depansamping
=
yx
d.Cotangen α =cot α =
1tanα
=
xyA.
Perbandingan Trigonometri Sudut Khusus
Sudut istimewa adalah sudut dengan nilai perbandingan trigonometri yangdapat ditentukan nilainya tanpa menggunakan tabel trigonometri ataukalkulator. Sudut-sudut istimewa antara lain: 0°, 30°, 45°, 60°,
90°, 120°,135°, 150°, dan seterusnya.
a.
Sudut 0°
Jika sudut α = 0° maka sisi AC berimpit dengansumbu X dan AC = AB = 1, BC = 0.Sin 0° =
BCAC
=
01
= 0Cos 0° =
ABAC
=
11
= 1Tan 0° =
BCAB
=
01
= 0


UNSUR-UNSUR INTRINSIK
A. TEMA
adalah sesuatu yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karangannya
B.  AMANAT
adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup
C.   PLOT/ALUR
adalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.
TAHAP-TAHAP ALUR
1.  Tahap perkenalan/Eksposisi
adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi  belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat)
2. Tahap pertentangan /Konflik
adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya)
Konflik ada dua ;
1. konflik internal
adalah konflik yang terjadi dalam    diri          tokoh.
2. konflik eksternal
adalah konflik yang terjadi di luar tokoh(konflik tokoh dengan tokoh, konflik   tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konlik tokoh denganTuhan dll)
3. Tahap penanjakan konflik/Komplikasi
adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit   (nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar-samar)
4.  Tahap klimaks
adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (perubahan nasip pelaku       sudah   mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita)
5. Tahap penyelesaian
adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyelesaian.
MACAM-MACAM ALUR
  1. Alur maju
adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang.
2.   Alur mundur/Sorot balik/Flash back
adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.
3.   Alur gabungan/Campuran
adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau,kemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama) lagi.
D.     PERWATAKAN/PENOKOHAN
adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh
ADA TIGA CARA UNTUK MELUKISKAN WATAK TOKOH
  1. Analitik
adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.
Contoh :
Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak   pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang.
2.   Dramatik
adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung.
Bisa melalui tempat tinggal,lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.
Contoh :
Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu. (tingkah laku tokoh)
3.  Campuran
adalah gabungan analitik dan dramatik.
Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia , binatang, atau benda-benda mati yang     diinsankan
PELAKU/TOKOH DALAM CERITA
  1. Pelaku utama
adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.
2.  Pelaku pembantu
adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.
3.   Pelaku protagonis
adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll)
4.  Pelaku antagonis
adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll)
5.   Pelaku tritagonis
adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.
E. LATAR/SETTING
Latar/ setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah   cerita.
Macam-macam latar
  1. Latar tempat
adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll)
2.   Latar waktu
adalah kapan cerita itu terjadi ( pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll)
3.   Latar suasana
adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll)
F. SUDUT PANDANG PENGARANG
Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita.
Sudut pandang dibedakan atas :
  1. Sudut pandang orang kesatu
adalah pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita)
2.  Sudut pandang orang ketiga
adalah pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain)

UNSUR EKSTRINSIK
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar
UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK
  1. Latar Belakang Penciptaan
adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan
2.    Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan
adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya  sastra diciptakan
3.  Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang




Simple Past Tense

Simple past tense digunakan untuk menyatakan fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang terjadi di masa lampau atau masa lalu. Jika kita membicarakan masa lampau, itu bisa beberapa menit yang lalu, sejam yang lalu, 2 hari yang lalu, bulan lalu, tahun lalu dan sebagainya, yang penting masa waktunya sudah lewat dan tidak ada hubungannya dengan masa sekarang. 

Contoh:
I ate pizza 2 minutes ago. = Saya makan pizza dua menit yang lalu.
She did homework last night. = Dia mengerjakan PR tadi malam.
Dalam pembuatan kalimat simple past tense tidak terlalu sulit. Berikut ini rumusnya:
Positif: Subjek + V2 
Negatif: Subjek + Did not + V1
Pertanyaan: Did + Subjek + V1 + ?
Kata kerja yang digunakan dalam simple past tense adalah kata kerja bentuk ke 2, bisa regular dan irregular verbs
Berikut ini contoh kata kerja regular dan irregular:
Regular 
V1                  V2                      V3
play                played                 played
live                 lived                    lived
study              studied                studied
watch             watched              watched


Note: Dalam kata kerja regular, perubahan bentuknya tinggal menambahkan d/ed saja. Untuk contoh kata kerja regular lainnya teman-teman bisa langsung melihat di dalam kamus yang teman-teman miliki.
Irregular
V1                 V2                     V3
go                  went                   gone
take               took                    taken
get                 got                      got/gotten
buy                bought                bought
Untuk melihat daftar kata kerja irregular, teman-temanpun bisa langsung baca di dalam kamus yang teman-teman miliki di rumah.
Perlu diingat bahwa sesuai rumus yang saya cantumkan di atas, dalam simple past tense, kata kerja ke-2 hanya digunakan dalam kalimat positif saja, jika dalam bentuk negatif dan pertannyaan kata kerja ke-2 tersebut haruslah dirubah menjadi kata kerja bentuk pertama.
Berikut ini contoh-contoh kalimat dalam simple past tense:
Positif
I Went to school yesterday.
My mother bought a new car last month.
Roni got up early last Sunday.
The boy played games in this room 5 minutes ago.
Negatif
I did not go to school yesterday.
My mother did not buy a new car last month.
Roni did not get up early last Sunday.
The boy did not play games in this room 5 minutes ago.
Pertanyaan
Did you go to school yesterday? Yes, I did/No, I did not
Did your mother buy a new car last month? Yes, she did/No, She did not
Did Roni get up early last Sunday? Yes, he did/No, He did not
Did the boy play games in this room 5 minutes ago? Yes, he did/ No, he did not

Where did you go yesterday? I went to school yesterday.
What did your mother buy last month? She bought a new car last month.
What did the boy play in this room 5 minutes ago? He played games 5 minutes ago.
Note: Dalam kalimat simple past tense, kata  bantu yang dipakai adalah "did" dan ini berlaku untuk semua subjek. Berbeda dengan simple present tense yang memakai "do" dan "does" tergantung subjek pada kalimat. Jadi simple past tense ini lebih mudah dan tidak terlalu membingungkan. Hanya saja kita harus mengetahui bentuk kedua dari setiap kata kerja yang kita gunakan.
Kata keterangan/adverbs yang biasa dipakai dalam simple past tense
Yesterday = kemarin
... ago      = ... yang lalu
last Tuesday = Selasa lalu, dll
last month = bulan lalu
last year   = tahun lalu
today       = hari ini
Dalam kalimat simple past tense pun terkadang tidak memakai kata keterangan, akan tetapi walau tidak ada kata keterangan pada kalimat tersebut, kita sudah bisa memahami bahwa peristiwa/kejadian tersebut terjadi pada masa lampau.
Contoh:
I got up late.
She did not take a bath.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar